Skip navigation

Liburan Isra Mi’raj kemarin saya pergi ke rumah saudara di daerah Pamulang – Kabupaten Tangerang mengendarai motor Vario yang belum lunas. He..Saya sendiri tinggal di daerah Perumnas I – Kota Tangerang. Jarak antara Perumnas – Pamulang dapat ditempuh 45 menit minus macet, jika lalu lintas macet tentu saja waktu yang dibutuhkan lebih dari itu. Selama perjalanan menuju kesana ada yang menarik perhatian saya. Sejak terakhir saya berkunjung ke Pamulang tiga bulan yang lalu, mata saya tidak pernah dengan jeli memperhatikan perubahan yang begitu cepat terjadi. Saya tidak menyangka bahwa aroma perdagangan bebas sudah mulai sampai ke kota ini. Hal ini terlihat dengan tumbuh berjamurnya tempat-tempat pengisian bahan bakar kendaraan (pom bensin) yang berasal dari luar negeri. Bayangkan saja, jika saya hitung-hitung setiap 10 menit berjalan saya akan menemukan pom bensin dengan label luar negeri. Petronas yang merupakan perusahaan minyak dari negeri Jiran, sepanjang perjalanan dari rumah hingga ketujuan ada empat buah. Dengan warna brand hijau, dilengkapi dengan outlet makanan seperti Dunkin Donuts atau Kentucy Fried Chicken dan dikombinasikan dengan sebuah waserba mini, pom bensin Petronas dengan gagah berdiri di tanah negeri ini. Bahan bakar yang ada disana ada dua jenis. Saya tidak hapal jenisnya. Yang saya hapal adalah kisaran harga bahan bakar di Petronas tidak lebih dari Rp.11.000. Berbeda dengan Petronas, warna kuning cerah dengan gambar kerang dengan list merah dipinggirnya menjadi brand yang paling terkenal dari tempat pengisian bahan bakar Shell. Perusahaan minyak dari negara adidaya Amerika ini terlihat lebih menarik bagi saya. Sekalipun tidak seperti Petronas yang dilengkapi dengan tempat jajan mini, tapi Shell memiliki daya tarik tersendiri. Pernah saya sesekali menemani teman mengisi bahan bakar disana ternyata servis prima dengan sedikit senyum simpul para penjaganya menjadi sebuah kesan yang menarik bagi saya. Berbeda dengan pelayanan yang ada di Pertmina. Apalagi kebersihan pom bensin Shell sepertinya bersaing dengan pom bensin Petronas. Hal ini amat kontras terlihat jika dibandingkan dengan kondisi pom Bensin Pertamina yang seolah tak memperhatikan kebersihan. Harga yang ditawarkan oleh pom bensin Shell tidak lebih dari Rp. 12.000. Saya menemukan empat pom bensin Shell selama saya berjalan menuju Pamulang. Pertamina boleh meneriakan cintai produk dalam negeri. Tapi Pertamina agaknya harus mulai bersiap-siap menggulung lengan baju untuk menghadapi pesaing dari luar negeri. Saya selalu teringat dengan strategi perang orang-orang dulu bahwa yang mengatakan, “Penyerang biasanya lebih siap dari yang bertahan. Mempertahankan daerah lebih sulit dibandingkan menyerang. “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: