Skip navigation

Seekor rubah yang licik dan pelit mengudang bangau untuk makan dirumahnya esok pagi. Mendengar undangan itu bangau menjadi senang. Keesokkan paginya bangau tadi sudah berada didepan pintu rumah sang rubah. Bangau kemudia mengetuk pintu rumah rubah, sebagai tanda bahwa ia sudah ada didepan pintu. Mendengar ketukan pintu itu, rubah segera menyuruh bangu untuk masuk kerumahnya dan segera menuju ke meja makan. Tercium oleh bangau aroma masakan yang menggugah selera. Beberapa menit kemudian rubah membawa sup lezat pada sebuah piring datar. Melihat rubah, sang bangau hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, karena ia merasa dikerjai oleh rubah. Mana mungkin ia dapat memakan sup itu pada sebuah piring datar, sedangkan ia memiliki paruh yang panjang. Hal itu sangat sulit bagi seekor bangau. Akhirnya rubah memakan semua supa itu sampai habis. Menjelang bangau pamit untuk pulang kerumah, ia mengundang rubah untuk makan siang dirumahnya besok.

Keesokkan harinya rubah datang kerumah sang bangau. Belum lagi rubah mengetuk pintu rumah, sang bangu sudah ,menyambutnya dengan senyum senang. Setelah memasuki rumah sang bangu menmpersilahkan rubah untuk menuju meja makan. Disana sudah tersedia salad buah-buahan yang ada didalam kendi yang berleher panjang. Dengan segera sang rubah langsung menuju kendi itu, tapi apa yang terjadi, lubang kendi itu terlalu kecil untuk kepada rubah. Ketika ia iangin menggapai dengan tangan, ternyata tanganya terlalu pendek untuk menggapai isi kendi itu. Bangau hanya tersentum dan memakan semua salad yang ada didalam kendi itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: