Skip navigation

Seringkali para orangtua kehabisan cara dalam meluruskan prilaku keliru yang dipraktekkan anak-anaknya. Stress pun menjadi masalah baru bagi para orangtua yang kerepotan dengan tingkah laku anaknya yang dianggap sudah kelewatan dan diluar batas kewajaran. Apalagi setelah menggunakan beberapa cara yang pernah saya paparkan pada tulisan sebelumnya tetap belum menunjukkan ada hasil yang baik. Yang terpenting janganlah putus asa dan tetaplah berpikir positif, karena segala sesuatu tentu saja ada jalan dan ada obatnya.

Apabila memang cara memperbaiki dari segi pikiran dan contoh teladan sudah maksimal diberikan maka cara lainpun dapat digunakan. Selama cara tersebut tetap dipikirkan dengan matang agar tidak menimbulkan masalah yang baru yang semakin merepotkan kita. Namun, perlu diingat juga bahwa semua yang kita lakukan untuk memperbaiki perlikau anak kita sebaiknya dilakukan dengan tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang teratur dan penuh pertimbangan. Mungkin langkah-langkah dibawah ini dapat menjadi catatan kecil untuk kita semua.

1. Tujukkan wajah yang tidak setuju

Menunjukkan wajah yang tidak kurang nyaman dilihat ketika anak melakukan perilaku yang keliru dihadapan kita adalah cara yang pertama kita lakukan. Tapi yang perlu diingat ketika menunjukkan wajah masam kita, tak boleh diiringi dengan rasa marah atau benci. Bahka tidak boleh keluar sedikitpun dari mulut kita kata-kata yang tidak pantas diidengar oleh anak kita.

2. Tunjukkan tangan kita

Dulu ketika kecil, ketika saya sudah sangat sulit diatur oleh ayah saya, ayah selalau menunjukkan wajah amsam dengan disertai posisi jari-jemari yang siap menyentil tenga saya. Tapi hal itu hanya sebagai show of force dari ayah saya yang membuat hati saya sudah berdegup kencang. Akhirnya saya urung melakukan hal yang keliru lagi.

Ibnu Abbs mengatakkan, Rasulullah saw. bersabda, “gantungkan cemeti di tempat yang mudah dilihat oleh keluarga, karena itu dapat meluruskan perilaku mereka.” (HR. Bukhari)

3. Disentil atau dijewer

Ketika anak kita tetap sulit dikendalikan, maka sentilan dan jeweran pada telinga (namun tetap memperhatikan tingkat sakitnya) layak untuk dilakukan. Tapi dengan syarat, ketika menyentil dan menjewer tnpa disertai dengan cacian dan makian. Setelah itu lakukan diskusi dan penyadana kemabali, agar anak mengetahui bahwa yang kita lakukukan ini karena ada alasan tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: