Skip navigation

Saya melakukan hal ini karena saya merasa tidak disayang oleh orang tua. Orang tua saya lebih menyayangi adik saya daripada saya. Seringkali saya merasa iri jika ibu dan ayah saya bercanda dengan adik saya di ruang keluarga, tetapi saya hnya sendiri di kamar mendengar canda tawa mereka. Yang jelas setelah kelahiran adik saya, saya merasa terancam bila ayah dan ibu tidak lagi merasa saying kepada saya. Dan hal itu memang seolah-oleh terjadi. Makanya, saya berprilaku buruk (memeras teman, mencuri, tidur disaat proses belajar, melawan guru) dikarenakan saya merasa dendam dengan orang tua saya.

Kurang lebih beberapa kalimat itulah yang saya ingat ketika saya menangani permasalahan perikalu peserta didik saya. Kata-kata itu kerap teringat selalu didalam langit-langit pikiran saya dan menggelitik tanpa henti. Terutama kalimat tentang “Rasa keadilan orang tua” itu yang menjadi kalimat yang paling saya garis bawahi dan saya beri cetakkan miring. Perlu diingat, bahwa rangkaian kata di atas merupakan rangkaian kata seorang peserta didik tingkat II SLTA yang mencoba menceritakan gejolak hatinya sejak ia berusia 8 tahun (tingkat II SD) yang ia pendam dalam diam, namun terwujud dengan sikap negatif.

Terkadang memang tidak terasa bahkan tidak kita sadari jika selama ini -mungkin- kita selama ini merasa telah optimal berbuat adil kepada anak-anak kita, tapi ternyata menurut anak-anak, kita tidak berbuat adil kepada mereka. Dalam hal ini agaknya setiap kita selaku orang tua haruslah melakukan intropeksi diri dan membuka diri untuk menerima masukkan dari anak-anak kita sendiri. Jika anak-anak kita cenderung pasif untuk melontarkan kritiknya, maka selipkanlah pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Memang butuh kelapangan jiwa untuk menerima setiap kata kritikan dari anak kita sendiri. Tapi yakinlah, jika kita ingin melakukan hal tersebut, banyak manfaat yang akan kita dapatkan. Dibandingkan kita akan menerima akumulasinya dari sikap kita dikemudian hari.

Jika ada satu perbuatan yang paling sulit dilakukan
Niscaya adil adalah yang paling pertama

Jika ada satu pemberian yang paling sulit diterima
Niscaya kritik adalah yang paling pertama

Jika ada satu hal yang paling membuat kita dicintai
Niscaya adil adalah yang paling pertama

Jika ada satu hal yang paling membuat kita mencapai kemuliaan
Niscaya kritik adalah yang paling pertama

Al Musthafa saw. bersabda, “Berlaku adillah terhadap anak-anakmu dalam suatu pemberian sebagaimana kamu suka bersikpa adil di antara kamu dalam kebaikan dan kasih saying.” (HR. Thabrani).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: